Melatih Anak Bermental Tangguh Dan Bisa Menerima Kekalahan

Hal semacam ini hendaknya tidak perlu terjadi lagi di masa yang datang. Secara struktur kelembagaan juga harus harus ada revolusi untuk mendukung perubahan ke arah mental mandiri dan budaya mandiri. Menurut Prasojo dan Rudita , pembangunan ekonomi tanpa disertai pembangunan kelembagaan administrasi/birokrasi merupakan hal yang sangat sulit diwujudkan. Ada tiga faktor utama sebagai penghambat investasi di Indonesia selama lima tahun terakhir, yaitu birokrasi yang tidak efisien, korupsi yang merajalela, dan pembangunan infrastruktur yang tidak mengalami perbaikan signifikan. Survey Global Competitiveness Index Bank Dunia, misalnya menunjukkan, kinerja pemerintahan cenderung tidak membaik sejak 2008 sampai 2012.

O’Reilly menyatakan bahwa budaya berperan dalam mendorong individu untuk kreatif dalam meningkatkan efektivitas pencapaian tujuan. Bangsa ini sudah terlalu lama terjebak dalam sikap tidak mandiri, tergantung pada bangsa lain, suka meniru, dan sebagainya. Keseluruhan blok mental yang tidak mandiri tersebut membuat bangsa Indonesia kurang percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri. Contoh konkrit, ketidakmandirian bangsa terhadap import berbagai jenis produk yang semestinya kita justru penghasil produk tersebut yang bahkan dapat menjadi negara eksportir. Sudah saatnya kita harus bahu membahu untuk menegakkan kemandirian dengan prinsip berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Lautan yang sangat luas harus kita optimalkan untuk memproduksi garam sehingga tidak perlu impor lagi.

Jangan buru-buru mengabulkan permintaan anak ketika tantrum, karena ini bisa jadi kebiasaan buruk di kemudian hari. Ketika berinteraksi dengan orang lain, anak sering meluapkan emosi seperti marah, senang, sedih, takut, atau kaget. Menyatakan emosi, walaupun terkadang tampak drama, sebenarnya sah-sah saja. Yang perlu dilatih ialah bagaimana cara anak mengendalikan emosi tersebut agar tidak menjadi hal yang negatif.

Membangun mentalitas yang bisa membuat kita sukses

Menyajikan berita Indonesia yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif. Memilih sesuatu yang sedikit di luar batas-batas itu dan mengambil satu langkah kecil setiap hari juga perlu dilakukan. Nah, kalau kamu mengelilingi dirimu dengan orang-orang positif, kamu pasti bisa sharing apa yang kamu takuti, apa yang kamu pikirkan dan sebagainya. Teman-teman yang positif, pastinya akan membantumu untuk menghadapi masalah tersebut bukannya malah meledekimu atau membuat omongan yang nggak menyenangkan lainnya. Teman-teman yang positif tentunya akan encourage kamu menjadi seseorang yang nggak bermental tempe. Well, cara untuk mengetahuinya ialah dengan melihat sifatnya dan bagaimana dampak yang terjadi pada dirimu ketika kamu bergaul dengan orang tersebut.

“Manajemen Kadin Kota Bandung selalu bersinergi dalam memajukan pengusaha di Kota Bandung, baik yang sudah menjadi anggota maupun yang belum menjadi anggota Kadin Kota Bandung. Kehadiran peserta dan Narasumber juga semoga bersinergi dan menjadi bagian dalam upaya memulihkan kondisi perekonomian di Kota Bandung dalam berbagai aspek di tengah pandemi covid-19. Jika ada UMKM yang punya rencana mengekport produknya Kadin Kota Bandung akan memfasilitas para pengusaha untuk eksport dan bisa megambil pengalaman empiris yang sudah dilakukan oleh Kadin Kota Bandung. Harapannya acara ini bisa memeberikan kecerahan bagi pengusaha di Kota Bandung.

Jangan minder atau rendah diri agar Anda tidak menilai negatif diri Anda sendiri. Anda tidak bisa menjadi orang yang optimis jika Anda tidak yakin pada diri Anda sendiri. Keraguan-raguan tidak akan membuat Anda melakukan sesuatu dengan optimal. Jadi, percayalah dengan kemampuan yang dimiliki agar Anda berani menghadapi tantangan apapun saat berbisnis. Tanpa keyakinan diri, orang lain juga sulit untuk yakin dengan Anda. Orang yang sukses pasti memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya maupun dalam bisnisnya.